Gotong Royong UMKM: Kentongan, Lumbung, Arisan Ilmu, dan Getok Tular
Diperbarui 1 Oktober 2026
umkm.diy tidak dijalankan oleh satu tokoh atau satu kantor. Gerakan ini berjalan karena KITA saling menolong, memakai cara-cara yang sudah lama dikenal di kampung-kampung Indonesia. Bedanya, sekarang semuanya bisa dijalankan lewat HP. Di halaman ini kami jelaskan cara kerjanya, dan mana yang sudah berjalan atau masih dibangun.
Kentongan
Dulu dipukul untuk memberi tanda bahaya ke seluruh kampung.
Kabar kebijakan dalam bahasa warung: apa artinya bagimu, apa yang harus dilakukan, sampai kapan.
- Setiap ada aturan baru yang menyangkut usaha kecil, kita tulis ulang dalam tiga bagian: untuk siapa, artinya bagimu, dan apa yang harus dilakukan.
- Setiap kabar diberi sumber resmi, supaya siapa pun bisa memeriksa sendiri.
- Kabar yang sudah kamu pahami, teruskan ke grup pedagang di sekitarmu. Satu orang yang tahu lebih dulu bisa menyelamatkan satu pasar.
● Sudah berjalan di halaman Kentongan
Buka KentonganLumbung
Tempat menyimpan hasil panen bersama untuk masa sulit.
Lumbung data lapangan: setiap penanda tangan Ikrar menyumbang dua jawaban singkat tentang kenyataan usahanya.
- Saat menandatangani Ikrar, kamu menjawab dua pertanyaan singkat yang boleh dilewati: jualan lewat apa saja, dan apa yang paling menyulitkan.
- Jawaban digabung menjadi angka bersama yang tampil di beranda. Nama dan kota perorangan tidak pernah ditampilkan.
- Semakin banyak yang mengisi, semakin kuat suara kita saat angka resmi tidak sesuai kenyataan.
● Sudah berjalan lewat Ikrar
Arisan Ilmu
Berkumpul rutin, dan setiap anggota mendapat giliran.
Kelompok kecil 5–10 UMKM. Setiap pertemuan, satu anggota bergiliran membagikan satu keahlian.
- Kelompok kecil berisi 5–10 pelaku usaha, bisa bertemu langsung atau lewat grup WhatsApp.
- Setiap pertemuan, satu anggota mendapat giliran membagikan satu keahlian: memotret produk, mencatat keuangan, mengurus NIB, dan seterusnya.
- Kawan (orang yang punya keahlian tapi tidak berusaha) boleh ikut menyumbang ilmu.
○ Sedang dibentuk — daftarkan minatmu
Ikut Arisan Ilmu di Komunitas WAGetok Tular
Kabar baik yang menyebar dari mulut ke mulut.
Belajar 1, ajari 2. Yang sudah berhasil mempraktikkan satu panduan mengajari dua orang lain.
- Pilih satu panduan, praktikkan sampai berhasil.
- Ajari dua orang lain: duduk bersama, pegang HP masing-masing, kerjakan pelan-pelan.
- Setelah dua orang itu berhasil, kamu resmi menjadi Penular, dan mereka melanjutkan ke dua orang berikutnya.
● Sudah berjalan — mulai dari tombol ajak teman
1 orangPutaran 2
2 orangPutaran 3
4 orangPutaran 4
8 orang
Saudara jauh: gotong royong di negeri lain
Cara-cara kampung kita bukan barang kuno. Di negara lain yang juga sedang berkembang, cara yang mirip terbukti mengangkat usaha kecil, termasuk yang lahir dari ajaran Islam. Berikut yang paling dekat dengan tradisi kita, lengkap dengan sumbernya.
Kenya · penelitian 2014–2016
Didampingi tetangga yang sudah berhasil, bukan duduk di kelas
Peneliti membagi 372 pedagang kecil perempuan di permukiman padat menjadi beberapa kelompok. Sebagian ikut kelas bisnis. Sebagian lagi didampingi pedagang berpengalaman dari kampung yang sama dan bidang usaha yang sama.
Laba per minggu, dibanding pedagang yang tidak mendapat apa-apa:
- Ikut kelas bisnis
- Tidak berubah
- Didampingi tetangga seprofesi yang sudah berhasil
- +20%
Pakistan · sejak 2001
Akhuwat
“persaudaraan”
Pinjaman modal tanpa bunga (qardhul hasan), diserahkan di masjid, gereja, atau kuil supaya terbuka dan disaksikan bersama. Peminjam yang sudah lunas diajak ikut menyumbang, jadi yang pernah dibantu kemudian membantu.
99,9%pinjaman kembali (data 2021: 4,8 juta pinjaman untuk 3 juta keluarga)
Anatolia, Turki · abad ke-13
Ahilik
“persaudaraan para perajin”
Perkumpulan perajin yang dirintis Ahi Evran, seorang perajin kulit. Anggotanya berjanji jujur, membuat barang bermutu terbaik, dan melayani tanpa serakah. Ilmu diturunkan bertahap dari ahli ke murid. Sampai sekarang Turki masih memperingatinya setiap tahun.
Kerala, India
Kudumbashree
“kesejahteraan keluarga”
Ibu-ibu berkumpul dalam kelompok kecil satu lingkungan. Mereka saling belajar, menabung, lalu membuka usaha sendiri maupun bersama.
163.458usaha mikro, memberi kerja bagi 323 ribu perempuan (laporan April 2025)
India · sejak 1972
SEWA
“perkumpulan perempuan pekerja mandiri”
Didirikan Ela Bhatt untuk pedagang kaki lima, penjahit rumahan, dan buruh lepas yang tidak punya kantor maupun serikat. Sendiri-sendiri mereka tidak didengar. Setelah berkumpul, suara mereka sampai ke pembuat kebijakan.
3,78 jutaanggota di 20 negara bagian
Kenya
Chama
“kelompok”
Kelompok menabung bersama yang turun-temurun di Kenya, sangat mirip arisan. Sekarang banyak anak muda menjalankannya lewat HP, dan sebagian memakai uang bersama itu untuk modal usaha.
umkm.diy tidak meminjamkan atau mengelola uang. Kalau kamu butuh modal tanpa riba, datangi BMT atau koperasi syariah resmi di dekatmu, dan pastikan izinnya terdaftar di OJK atau Dinas Koperasi.
Pilih peranmu
Pelaku UMKM
Belajar dari panduan, menandatangani Ikrar, dan mengisi lumbung data.
Penular
UMKM yang sudah bisa, lalu mengajari dua orang lain. Kamu pernah dibantu, sekarang giliranmu membantu.
Kawan
Tidak punya usaha tapi punya keahlian: mahasiswa, fotografer, akuntan, orang IT. Menyumbang waktu dan ilmu.
Hak kita untuk berkumpul dan bersuara
Berkumpul, bertukar ilmu, dan menyampaikan pendapat tentang kebijakan adalah hak yang dijamin. Selain Undang-Undang Dasar, Indonesia sudah mengesahkan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik lewat UU Nomor 12 Tahun 2005, yang menjamin kebebasan berpendapat dan berserikat. Indonesia juga mengesahkan Kovenan Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya lewat UU Nomor 11 Tahun 2005, yang mengakui hak setiap orang untuk mencari nafkah lewat pekerjaan pilihannya sendiri.
Karena itu, setiap tulisan kami diberi sumber yang bisa diperiksa. Kritik yang jujur dan berdasar data adalah bagian dari gotong royong.
Sumber: UU 12/2005 — JDIH BPKSumber: UU 11/2005 — JDIH BPK